Jakarta, CNBC Indonesia- Bank Sentral AS, The Fed masih mengindikasikan akan mempertahankan level suku bunga 5,25%-5,50%. Sentimen ini mendorong keyakinan akan berlanjutnya era higher for longer yang dikhawatirkan dapat memberikan tekanan ke pasar keuangan dan pelemahan nilai tukar.

Tim Asistensi Menko Bidang Perekonomian, Raden Pardede menyebutkan perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed akan memberi efek ke seluruh dunia dan mendorong depresiasi mata uang global termasuk Rupiah. Namun demikian fundamental ekonomi yang masih kuat diharapkan efek dari gejolak ini tidak akan terlalu buruk bagi Indonesia.

Di sisi lain Indonesia dalam menghadapi volatilitas global ini juga didorong untuk memperkuat kinerja perdagangan internasional lewat penguatan daya saing dan perluasan pasar ekspor.

Seperti apa daya tahan RI hadapi volatilitas global? Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Raden Pardede dalam Squawk Box,CNBCIndonesia (Rabu, 15/05/2024)

Saksikan live streaming program-program CNBC Indonesia TV lainnya di sini




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *