Jakarta, CNBC Indonesia – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) akan menambah kegiatan usaha layanan belanja online melalui aplikasi dan website bernama “Alfagift”. Penambahan kegiatan usaha online tersebut telah ditinjau dari berbagai aspek yang meliputi aspek kelayakan teknis, pola bisnis, kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kegiatan operasional Alfagift adalah pengantaran barang-barang yang dipesan konsumen oleh personil toko ke alamat yang telah ditentukan konsumen.

Persetujuan atas rencana penambahan kegiatan usaha utama, akan dimohonkan persetujuan pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) yang akan diselenggarakan oleh Perseroan pada Kamis, 16 Mei 2024.

Manajemen menjelaskan awalnya Alfagift dikembangkan sebagai platform keanggotaan digital (digital membership platform) bagi konsumen yang akan menjadi member Alfamart.

Namun seiring waktu, terutama selama dan pasca-pandemi Covid-19, tren penjualan ritel mengalami pergeseran ke arah digital. Perusahaan pun mengikuti perubahan perilaku konsumen yang selama 2-3 tahun terakhir terbiasa bertransaksi dan berbelanja dengan mudah secara jarak jauh.

“Oleh karena itu, Perseroan pun dituntut untuk dapat adaptif dengan mengembangkan kegiatan usahanya melalui platform digital yaitu Alfagift,” tulis manajemen, Rabu (15/5).

Alfagift sebagai salah satu omnichannel Alfamart yang menyediakan layanan pemenuhan kebutuhan sehari-hari untuk konsumen termasuk kebutuhan groceries, produk e-services, dan sebagainya.

Dalam kegiatan usaha yang baru yaitu portal web dan/atau platform digital dengan tujuan komersial, perseroan tidak membutuhkan tenaga ahli yang khusus, karena dalam menjalankan kegiatan tersebut perusahaan telah memiliki divisi yang bertugas untuk menjalankan portal web dan/atau platform digital yaitu divisi operation store & digital project.

“Gambaran kegiatan usaha secara umum, divisi operation store & digital project berkolaborasi dengan divisi teknologi informasi dalam hal pengembangan platform digital Alfagift,” tulisnya

Pada tanggal 31 Desember 2023, perusahaan memiliki gerai Alfamart dengan jumlah 19.087 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selanjutnya, perusahaan melihat perkembangan industri digital memiliki prospek bisnis yang menguntungkan terutama tren belanja online yang telah menjadi bagian dari gaya hidup modern dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memaksimalkan konsep digital pada setiap gerai Alfamart, maka Perseroan mengharapkan terciptanya suatu sinergi yang dapat memberikan kontribusi positif dengan adanya penambahan ragam pelayanan kepada konsumen di seluruh gerai Alfamart yang dimiliki Perseroan,” pungkasnya.

Adapun alasan dilakukannya rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, di antaranya, perseroan melihat perkembangan industri digital memiliki prospek bisnis yang menguntungkan yang telah menjadi bagian dari gaya hidup modern masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Lalu, perseroan berupaya untuk meningkatkan pelayanan dan kemudahan konsumen dalam berbelanja dengan menghadirkan fitur transaksi di Alfagift, serta, peningkatan jumlah member Alfagift diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan penjualan Perseroan.

Manajemen menyebut, penambahan kegiatan usaha tersebut akan memberikan dampak keuangan positif, yaitu pendapatan perseroan akan meningkat sekitar 4,56% dan laba kotor juga mengalami peningkatan sekitar 2,95%.

Adapun pada kuartal I/2024, Alfamart mencetak laba Rp 890,31 miliar, naik 14,8% secara tahunan (yoy). Perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp29,32 triliun atau naik 12% yoy.

Pendapatan ini ditopang oleh penjualan makanan yang tumbuh 13,8% secara tahunan menjadi Rp21,325 triliun pada kuartal I 2024. Lalu, penjualan produk selain makanan meningkat 7,6% secara tahunan menjadi Rp8 triliun.


Artikel Selanjutnya


Pria Ini Jadi Orang Terkaya RI karena Punya Alfamart


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *