Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kabar terbaru terkait regulasi market maker yang rencananya akan diluncurkan pada semester pertama 2024.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengungkapkan saat ini pihaknya sedang melakukan diskusi dengan tiga anggota bursa (AB). Akan tetapi BEI belum dapat mengungkapkan lebih jauh terkait hal tersebut.

“Saat ini ada 3 AB yang sedang diskusi dengan kita sebagai AB pilot cuma kita belum bisa ungkapkan siapa saja,” ujarnya kepada wartawan dikutip Selasa (14/5/2024).

Irvan mengungkapkan, saat ini dalam prosesnya sedang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait proses menyiapkan pengaturan terkait liquidity provider. “Untuk timeline kami menunggu perkembangan pengaturan oleh OJK, harapannya bisa tahun 2024 ini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, bursa mengatur secara garis besar terkait persyaratan liquidity provider yang berupa persyaratan SOP, risk management dan sistem. Bagi anggota bursa yang berminat menjadi liquidity provider dapat mengajukan permohonan kepada bursa dengan memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh bursa.

“Kami harapkan liquidity provider dapat meningkatkan likuiditas transaksi dan penurunan spread atas saham-saham yang masuk dalam list saham yang dapat dikuotasikan oleh liquidity provider,” pungkasnya.

Sementara itu, IHSG terpantau mengalami koreksi dalam beberapa waktu terakhir. IHSG telah terpental dari zona psikologis 7.200. Hal ini seiring dengan derasnya dana asing yang keluar dari pasar modal. 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


BEI Akan Tunjuk Sekuritas Jadi Market Maker, Ini Perannya di Bursa AS


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *