Jakarta, CNBC Indonesia – Bank pelat merah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menggalang dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp 780,23 triliun per Maret 2024. Himpunan dana itu mengalami kontraksi tipis 3,76% dibandingkan posisi akhir tahun 2023 senilai Rp 810,73 triliun.

Meski demikian, kredit BNI tercatat masih tumbuh 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 seiring dengan peningkatan transaksi berbasis dana murah, dimana kontribusi Current Account Savings Account (CASA) masih mendominasi sebesar Rp543,50 triliun atau 69,66% dari total DPK.

CASA BNI tersebut naik 6,0% dibandingkan kuartal I-2023.

Direktur FinanceBNINovitaWidyaAnggraini dalam paparan kinerja kuartal-I BNI, Senin 29 April 2024, mengungkapkan tren kenaikan suku bunga ikut berdampak pada kinerja perusahaan.

“Kami menyadari adanya tren kenaikan suku bunga yang berdampak pada kenaikan biaya dana pada kuartal I-2024, sehingga terjadi penurunan margin. Namun demikian margin bunga bersih (NIM) masih dapat dijaga pada level 4%,” kata Novita.

Lebih lanjut Novita mengatakan, pada kuartal pertama tahun ini, kualitas aset BNI juga tercatat semakin membaik yang terlihat dari penurunan rasio Non Performing Loan (NPL) dan rasio Loan at Risk (LaR).

Rasio NPL gross pada akhir kuartal I-2024 turun ke level 2,0%, jauh lebih rendah daripada kuartal I-2023 yang tercatat 2,8%. Berikutnya, rasio Loan at Risk turun ke level 13,3% dari tahun sebelumnya pada level 16,3%.

Pada kuartal pertama tahun 2024, BNI mencatat laba bersih Rp 5,33 triliun pada kuartal pertama 2024. Angka tersebut naik 2,03% secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 5,22 triliun.

Meski demikian, perbaikan kinerja bottom line ini terjadi berkebalikan dengan pendapatan bunga bersih perusahaan yang hingga akhir Maret 2024 yang tercatat malah turun menjadi Rp 9,39 triliun, atau terkoreksi 9,77% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya senilai RP 10,41 triliun.

Total aset BNI tercatat turun 1,84% menjadi RP 1.066 triliun hingga akhir Maret 2024, dengan ekuitas juga turun 3% menjadi Rp 149,70 triliun.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Transaksi Digital Kontribusi 30% Fee Based Income BNI


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *