Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek New York melakukan survei terhadap pelaku pasar mengenai manfaat perdagangan saham sepanjang waktu di kala regulator mengkaji soal pengajuan perdagangan saham non stop, 24 jam 7 hari seminggu (24/7).

Mengutip Financial Times, survei yang dilakukan oleh NYSE yang merupakan bagian dari Intercontinental Exchange, dihasilkan dari data tim analitik ketimbang manajemennya. Namun survei tersebut menyoroti meningkatnya minat terhadap perdagangan dan transaksi saham Nvidia atau Apple di malam hari antara jam 8 malam dan 4 pagi waktu EST.

Adapun wacana perdagangan saham 24/7 telah menjadi topik hangat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya dipicu oleh adanya perdagangan kripto selama 24/7, serta peningkatan aktivitas investor ritel karena pandemi virus corona.

Bursa saham pun menjadi satu-satunya pasar yang “lamban” di antara pasar besar lainnya, seperti surat utang negara AS, mata uang utama, dan indeks saham berjangka terkemuka, aktif sepanjang waktu dari Senin hingga Jumat.

Beberapa broker ritel, termasuk Robinhood dan Interactive Brokers, kini menawarkan akses ke saham-saham tercatat di AS selama 24 jam di hari kerja, perdagangan yang sesuai dengan kepemilikan internal. Atau dilakukan melalui wadah perdagangan pribadi atau yang disebut “dark pool” seperti Blue Ocean. Dalam platform tersebut, saham sering diperdagangkan dengan investor ritel Asia pada siang hari.

Namun, perdagangan 24 jam akan menjadi langkah perubahan bagi seberapa lambatnya perdagangan. Sebab, pengawasan perdagangan saham memiliki peraturan yang berat dibandingkan dengan dark pool.

Adapun perdagangan bursa AS diawasi langsung oleh Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan diuji stabilitas dan keamanannya serta memerlukan persetujuan untuk mengubah aturan apa pun.

Survei NYSE menanyakan kepada responden apakah mereka mempertimbangkan perdagangan sepanjang waktu berlangsung hingga akhir pekan atau hanya selama lima hari seminggu. Surveo tersebut juga menanyakan bagaimana investor harus dilindungi dari perubahan harga, dan bagaimana responden akan beraktivitas di sesi malam.

Laporan tersebut juga menanyakan apakah mereka setuju bahwa “waktu yang dihabiskan untuk memikirkan perdagangan semalam akan lebih baik dihabiskan untuk perdagangan jam pasar reguler”.

Survei ini dilakukan oleh perusahaan start-up 24 Exchange, yang didukung oleh Point72 Ventures milik Steve Cohen, yang sedang meminta persetujuan SEC untuk meluncurkan bursa 24 jam pertama. Pengajuan tersebut adalah yang kedua kalinya, setelah sebelumnya 24X menarik proposalnya tahun lalu karena masalah operasional dan teknis.

Hingga hari Jumat, tidak ada surat yang menyebut adanya masalah dalam proposal terbaru 24X. SEC mempunyai waktu beberapa bulan untuk meneliti rencana tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *