Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah sikap wait and see pelaku pasar perihal suku bunga yang akan dirilis Bank Indonesia (BI) dan dipastikannya Prabowo Subianto┬ásebagai Presiden Terpilih 2024-2029.

Dilansir dari Refinitiv pada pukul 10:15 WIB hari ini (23/4/2024), rupiah menurun 0,07% ke level Rp16.242/US$.

Posisi rupiah saat ini lebih rendah dibandingkan pada saat pembukaan yang berada di angka Rp16.230/US$.

Sementara indeks dolar AS (DXY) tercatat mengalami kenaikan tipis 0,03% ke angka 106,11.



Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) mulai dilaksanakan hari ini dan akan berakhir besok, Rabu (24/2/2024).

Salah satu yang menjadi perhatian pelaku pasar yakni data suku bunga (BI Rate) yang akan disampaikan BI pada 24 April. Saat ini, suku bunga BI masih berada di angka 6% dan sudah lima bulan beruntun, BI menahan suku bunga.

Menarik diperhatikan juga terkait pandangan BI perihal kondisi rupiah yang terus melemah hingga menembus Rp16.200/US$. Pasar juga menantikan bagaimana intervensi BI guna menstabilkan rupiah di tengah banyaknya risiko eksternal.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Investor Siap-siap Tunggu Data BI, Rupiah Relatif Stabil


(rev/rev)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *