Jakarta, CNBC Indonesia – Dunia sedang dihadapkan pada gelombang ketidakstabilan semenjak terjadinya beberapa konflik global. Konflik ini tentu berdampak bagi perekonomian dan pasar modal.

Terbaru, serangan balasan Iran terhadap Israel kembali memanaskan konflik di Timur Tengah. Sebelumnya, pendudukan Israel atas Palestina, invasi Rusia ke Ukraina, dan ancaman nuklir Korea Utara memperpanjang daftar perang yang terjadi di dunia.

Namun bagaimana perang mempengaruhi perekonomian dan pasar saham secara lebih luas? Para ahli mengingatkan kita bahwa perang di masa lalu tidak mendorong harga saham AS lebih rendah dalam jangka panjang.

Dilansir dari Investopedia, perang sering kali menimbulkan tingkat ketidakpastian yang biasanya tidak disukai pasar. Pecahnya atau antisipasi perang dapat menyebabkan aksi jual saham yang tajam.

Pada saat yang sama, investor mungkin beralih ke aset yang secara tradisional lebih aman seperti emas, obligasi, atau mata uang yang dianggap sebagai safe haven.

Meskipun pada awalnya terdapat reaksi negatif, pasar saham telah menunjukkan ketahanannya seiring berjalannya waktu. Memang benar bahwa konflik sering kali cepat pulih seiring dengan stabilnya situasi atau semakin jelasnya ruang lingkup konflik.

Lantas, Saham Mana yang Berkinerja Terbaik Selama Perang? Secara umum, saham pertahanan (perusahaan yang memproduksi senjata dan persenjataan) cenderung memiliki kinerja terbaik di masa perang.

Masih dilansir Investopedia, Perusahaan-perusahaan energi juga mungkin akan melihat peningkatan konflik yang mengakibatkan harga minyak dan komoditas lebih tinggi.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Simak Rahasia Cuan dari 5 Momentum Pasar Modal


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *