Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten BUMN karya, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) berencana akan melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) II atau rights issue dengan menawarkan sebanyak-banyaknya 46.815.768.347 saham baru seri B atas nama dengan nilai nominal Rp100 setiap saham yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp197 per saham.

Jumlah tersebut mewakili sebanyak-banyaknya 83,92% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PMHMETD II (saham baru seri B).

“Sehingga nilai PMHMETD II adalah sebanyak-banyaknya Rp9.222.706.364.359,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/4).

Dari total dana tersebut, Rp 6 triliun akan digunakan untuk modal kerja Proyek Strategis Nasional (PSN). Sekitar 93% dari total dana, Rp 6 triliun digunakan untuk pembiayaan 37 PSN. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN), antara lain Istana Negara, Kantor Presiden, Jalan Tol IKN Segmen KKT Kariangau-Sp. Tempadung dan Jalan IKN-Sumbu Timur.

Setiap pemegang 100.000.000 saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada tanggal 18 April 2024 pukul 16.15 WIB mendapatkan 521.981.761 HMETD dimana 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham, dengan Harga Pelaksanaan Rp197 per saham yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pembelian saham.

Saham Baru seri B yang ditawarkan dalam rangka PMHMETD II dengan menerbitkan HMETD ini seluruhnya adalah saham yang dikeluarkan dari portepel perseroan dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Saham yang akan diterbitkan dalam rangka PMHMETD II ini akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

HMETD dapat diperdagangkan di BEI serta di luar Bursa Efek selama 5 hari kerja mulai tanggal 22 April 2024 sampai dengan tanggal 26 April 2024. Pencatatan Saham Baru seri B hasil pelaksanaan HMETD akan dilakukan di BEI pada tanggal 22 April 2024. Tanggal terakhir pelaksanaan HMETD adalah tanggal 26 April 2024 sehingga HMETD yang tidak dilaksanakan pada tanggal tersebut tidak berlaku lagi.

Pemerintah memiliki 1 saham Seri A Dwiwarna dan 5.834.849.999 saham Seri B. Negara Republik Indonesia akan melaksanakan rights issue melalui penambahan penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 6 triliun yang bersumber dari APBN 2024.

Berikut perkiraan jadwal rights issue Wijaya Karya:

Tanggal Efektif Pernyataan Pendaftaran HMETD: 28 Maret 2024

Tanggal Terakhir Perdagangan Saham Dengan HMETD (Cum-Right)

-Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 16 April 2024

-Pasar Tunai: 18 April 2024

Tanggal Mulai Perdagangan Saham Tanpa HMETD (Ex-Right)

-Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 17 April 2024

-Pasar Tunai: 19 April 2024

Tanggal Terakhir Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD: 18 April 2024 Tanggal Distribusi HMETD: 19 April 2024

Tanggal Pencatatan HMETD di Bursa Efek Indonesia: 22 April 2024

Periode Perdagangan HMETD: 22-26 April 2024

Periode Pelaksanaan HMETD: 22-26 April 2024

Periode Penyerahan Saham Hasil Pelaksanaan HMETD: 24-30 April 2024

Tanggal Terakhir Pembayaran Pemesanan Saham Tambahan: 30 April 2024

Tanggal Penjatahan Pemesanan Saham Tambahan:2 Mei 2024

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


WIKA & 11 Lembaga Keuangan Sepakati Perjanjian Restrukturisasi


(fsd/fsd)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *