Jakarta, CNBC Indonesia – PT Danareksa (Persero) menyebut bahwa perusahaan-perusahaan negara yang menjadi pasien anak usahanya, yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) akan berkurang.

Direktur Utama Danareksa Yadi Jaya Ruchandi mengatakan 15 perusahaan BUMN yang sakit akan dilakukan pembenahan dengan cara digabung atau ditutup.

“Kalau saya sih melihatnya umumnya akan berkurang, pasti berkurang, either ditutup atau dimerger,” ujarnya saat acara buka puasa bersama media di Sate Khas Senayan Kebon Sirih Jakarta, Selasa (2/4).

Meskipun demikian, Yadi enggan bicara lebih detail mengenai hal tersebut. Dia meminta agar hal tersebut ditanyakan ke PPA.

Namun, Danareksa ingin agar ada percepatan tentang kejelasan nasib para BUMN-BUMN tersebut. Sebab sejumlah perusahaan tersebut sudah cukup lama menjadi pasien sejak tahun 2020 lalu.

“Diserahkan ke kita 2020 akhir, anggaplah 2021. Dan sudah melewati up and down, Covid-nya sudah selesai juga,” sebutnya.

Menurutnya, percepatan ini dibutuhkan mengingat PPA perlu menyiapkan diri untuk pekerjaan yang lain. “Karena kan masih banyak PR BUMN-BUMN yang lain gitu, masih banyak yang belum selesai,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan jika perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat diselamatkan maka Kementerian BUMN akan kembali melakukan penutupan. Hal itu seiring dengan rencana perampingan perusahaan BUMN hingga jumlahnya kurang dari 40 perusahaan.

“Tadi saya bilang, kalau misalnya tidak bisa diperbaiki, tidak bisa ditransformasi, kita akan nambah penutupan lagi,” ujarnya, Senin (7/1).

Namun, pihaknya akan mengevaluasi dan mengkaji sejumlah perusahaan kategori sakit hingga sembilan bulan ini. “Tapi kita lagi lihat sampai di 9 bulan ini seperti apa,” sebutnya.

Adapun 15 BUMN yang jadi pasien PPA di antaranya, PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero), PT Djakarta Lloyd (Persero), PT Varuna Tirta Prakasya (Persero), dan PT Persero Batam.

Selanjutnya, ada PT Inti (Persero), Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI), PT Indah Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Semen Kupang (Persero), dan PT Primissima (Persero), dan PT PANN Pembiayaan Maritim.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Lewat Grand Batang City, Danareksa Bawa Rp1 T Investasi Asing


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *