Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten bank digital PT Bank Aladin Syariah Tbk. (BANK) mencatatkan rugi bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik sebesar Rp226,74 miliar sepanjang tahun 2023. Meskipun masih merugi, jumlah itu sudah menurun 14,41% secara tahunan (yoy) dari setahun sebelumnya sebesar Rp264,91 miliar pada tahun 2022.

Merinci laporan keuangan BANK periode 31 Desember 2023, BANK mencatatkan kenaikan pendapatan dari penyaluran dana sebesar Rp336,12 miliar, melesat 298,17% yoy dari setahun sebelumnya sebesar Rp84,41 miliar. Pendapatan dari piutang juga terbang 983,30% yoy menjadi Rp174,42 miliar.

Begitu pula pendapatan murabahah yang melesat menjadi Rp97,60 miliar dari setahun sebelumnya Rp3,4 miliar. Serta, pendapatan ujrah sebesar Rp76,81 miliar, melesat dari setahun sebelumnya sebesar Rp12,73 miliar.

Namun begitu, jumlah bagi hasil untuk pemilik dana investasi juga melambung 404,74% yoy menjadi Rp121,04 miliar pada akhir tahun lalu. Bank digital ini kemudian mencatatkan penurunan pada keuntungan penjualan aset kuangan menjadi Rp4,07 miliar dari sebelumnya Rp12,36 miliar.

Kemudian, Bank Aladin mencatatkan peningkatan pada sejumlah beban sepanjang tahun 2023. Seperti bebn tenaga kerja yang naik menjadi Rp194,25 miliar dari setahun sebelumnya sebesar Rp161,9 miliar. Beban promosi membengkak jadi Rp105,8 miliar dari setahun sebelumnya Rp22,03 miliar, juga beban lainnya naik menjadi Rp178,10 mliar dari setahun sebelumnya Rp121,8 miliar.

Pada fungsi intermediasi, Bank Aladin Syariah telah menyalurkan pembiayaan outstanding dengan kenaikan lebih dari 125% dibandingkan dengan akhir tahun 2022. Pembiayaan yang berasal dari produk pembiayaan meliputi pembiayaan multiguna dan kendaraan bermotor untuk nasabah ritel, pembiayaan modal kerja dan investasi untuk nasabah UMKM & korporasi serta invoice financing.

Secara total disbursement BANK sepanjang tahun lalu tercatat telah menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp8,6 triliun.

Pada pendanaan, BANK berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 300% dibandingkan akhir tahun 2022. Pertumbuhan ini berasal dari nasabah ritel dan korporasi.

Rasio pembiayaan terhadap simpanan pun menyusut menjadi 95,31% dari setahun sebelumnya 173,27%.

Aset Bank Aladin Syariah juga naik hampir 50% menjadi Rp7,1 triliun pada akhir Desember 2023.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Adu Cuan Big Bank RI Bagi Investor, Ini Juaranya


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *