Jakarta, CNBC IndonesiaPT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melakukan penerbitan surat utang senior dalam denominasi Dolar Amerika Serikat senilai US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,94 triliun (kurs Rp15.892,85).

Hal ini menjadi bagian dari strategi BNI yang termasuk aktif dalam pemberian kredit rupiah dan valas. Selain itu, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas Perseroan dalam mendukung pengembangan bisnis Indonesia dari dan ke luar negeri.

“Penerbitan global bond ini akan digunakan untuk ekspansi aset valas dengan imbal hasil yang optimal yang akan memberikan dampak positif terhadap kondisi kinerja keuangan Perseroan,” kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini beberapa waktu lalu.

Menariknya, rencana penerbitan ini telah mendapat respon positif dari investor global. Hal ini ditandai dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,4 kali dari rencana nilai yang diterbitkan saat Initial Pricing Guidance (IPG).

Tingginya permintaan dari para investor global ini menjadi indikasi baiknya tingkat kepercayaan investor asing kepada perseroan. Artinya, investor optimis peluang BNI untuk tumbuh semakin kencang ke depan.

Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Moch Amin Nurdin pun menilai penerbitan global bond ini merupakan Langkah yang tepat. Hal ini mengingat BNI merupakan satu-satunya Bank Himbara yang memiliki kantor cabang dan kantor perwakilan di luar negeri.

“Dan (kantor cabang itu) masih bertahan sampai sekarang di posisi seperti itu. Jadi dengan kondisi yang demikian, seharusnya serapannya akan bagus global bond yang dilempar oleh BNI,” ungkap dia kepada CNBC Indonesia.

Dia menambahkan setelah penerbitan ini, BNI perlu memerhatikan strategi agar global bond bisa terserap dengan baik. Dalam hal ini BNI perlu menjalin kerja sama sehingga penawaran global bond tidak dilakukan satu per satu, baik itu korporasi maupun individu.

Amin juga menilai BNI masih memiliki peluang untuk mencatat pertumbuhan dengan penerbitan global bond ini.

“Karena di antara Bank Himbara ini sudah punya segmen pasar yang diatur sedemikian rupa sehingga kecil kemungkinan berebut pasar. Jadi peluangnya masih bagus ke depan,” papar dia.

Sebagai informasi, BNI sendiri telah menyelesaikan roadshow pada 26 Maret 2024 dan pricing pada 27 Maret 2024. Adapun bunga obligasi yang ditetapkan sebesar 5,28% per tahun.

Surat ini merupakan bagian dari program Euro Medium Term Note yang dibentuk pada 2020 silam. Berdasarkan program EMTN ini BNI dapat menerbitkan surat utang secara bertahap dengan jumlah pokok sebanyak-banyaknya US$ 2 miliar.

Penerbitan obligasi ini akan dicatatkan di Singapore Exchange Securities Trading dengan Citigroup dan J.P Morgan sebagai arranger dan penjual. Perseroan berencana menyelesaikan surat utang ini 5 hari kerja setelah pricing, yakni pada 5 April 2024.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


BNI Berencana Rilis Global Bond Senilai US$ 500 Juta, Ini Detilnya


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *