Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak awal 2024 rupiah dalam tren melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Pada periode yang sama, harga emas telah berulang kali mencetak rekor. 

Kemarin, Senin (1/4/2024) rupiah sempat bergerak ke level Rp 15.900 per dolar AS, pada awal perdagangan, berdasarkan data Refinitiv. Kemudian rupiah ditutup melemah 0,22% secara harian ke angka Rp15.885/US$. 

Sementara DXY pada pukul 14:54 WIB turun ke angka 104,52 atau melemah 0,02%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,54.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia Edi Susianto mengungkapkan pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh repatriasi dividen dari dalam negeri yang mendorong permintaan dolar AS, serta arus keluar. BI juga mengaku rilis data inflasi Maret 2024 yang berada di atas ekspektasi pasar, ikut memberikan dampak. Kendati demikian, Edi memastikan BI tetap berada di pasar.

Ekonom Maybank Indonesia Myrdal Gunarto menilai pergerakan rupiah tersebut dipicu oleh permintaan tinggi dolar AS di dalam negeri. Mulai dari untuk kebutuhan impor BBM jelang Lebaran atau Idul Fitri 2024 hingga musim pembagian dividen.

“Yang membuat Rupiah melemah karena permintaan dolar tinggi untuk impor BBM, maupun hot money outflow, serta permintaan dolar domestik meningkat saat ada musim pembagian dividen,” kata Myrdal kepada CNBC Indonesia, Senin (1/4/2024).

Sementara itu, pada perdagangan Senin (1/4/2024) per pukul 05:28 WIB, harga emas di pasar spot menguat 0,41% di posisi US$ 2.241,55 per troy ons. Harga tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang masa sementara. 

Pada Kamis pekan lalu (28/3/2024), harga emas ditutup di posisi US$ 2.232,38 per troy ons. Harganya terbang 1,75%.

Harga penutupan tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang masa. Pertama kalinya dalam sejarah, emas juga ditutup di level US$ 2.200 di harga penutupan.

Sebagai informasi, sepanjang Maret 2024, rekor harga emas sudah terpatahkan sebanyak 10 kali karena harga terus melonjak.

Harga emas yang mencapai rekor tanpa adanya indikasi data signifikan membuat pelaku pasar bertanya-tanya. Commerzbank mengatakan bahwa tingginya kenaikan harga emas pada Maret masih menjadi misteri. Terlebih, harga emas naik di tengah masih hawkishnya pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Harga emas dunia tersebut juga mengerek harga emas Antam di Pegadaian. Tercatat pada 31 Desember 2023, harga emas Antam di Pegadaian untuk ukuran 10 gram senilai Rp 11.065.000 Kemudian pada 1 April 2024, harga emas Antam di Pegadaian dengan berat yang sama sudah naik menjadi Rp 12.285.000

Artinya sepanjang tahun berjalan (ytd) kenaikan investasi emas 10 gram sudah sebesar 11,02%. 

Berdasarkan asumsi harga yang sama dengan emas 10 gram, uang senilai Rp 11.014.000 setara US$ 715,42 pada akhir Desember 2023. Per 1 April 2024 US$ 1 sudah setara dengan Rp 15.585, maka US$ 715,42 senilai Rp 11.364.559.

Artinya sepanjang tahun berjalan, pemilik dolar untung 3,18%.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Rupiah Balik Melemah, Dolar Kini Rp15.565, Ini Biang Keroknya


(mkh/mkh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *