Jakarta, CNBC Indonesia – Laba emiten batu bara milik Bakrie dan Salim PT Bumi Resources Tbk (BUMI) merosot 97,92% di tahun 2023 lalu menjadi sebanyak US$ 10,92 juta.

Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024) BUMI meraih laba bersih atau US$ 10,92 juta di 2023. Laba ini anjlok 97,92% dari laba tahun 2022 yang sebesar US$ 525,27 juta.

Penurunan harga jual batubara menjadi penyebab turunnya laba BUMI. Pendapatan BUMI melorot lantaran kondisi pasar dan harga batubara yang turun sebesar 33% di tahun 2022 lalu.

Selain itu, tingginya harga bahan bakar juga menekan kinerja BUMI. Laba BUMI turun tajam seiring penurunan pendapatan emiten batubara ini. Di tahun lalu, pendapatan BUMI merosot 22,9% menjadi US$ 6,57 miliar dari US$ 8,53 miliar di 2022.

Beban pokok pendapatan BUMI juga ikut turun 2,4% menjadi US$ 5,98 miliar.

Tambah lagi, manajemen BUMI menyebut, sekitar 40% dari pendapatan bruto dibayarkan untuk royalti, pajak dan subsidi yang secara signifikan mempengaruhi likuiditas dan marjin.

Selain itu, BUMI adalah penyuplai batubara terbesar untuk kebutuhan domestik seperti listrik, semen dan pupuk dengan harga yang telah ditentukan oleh pemerintah yang turut menekan pendapatan dan margin.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Garap Hilirisasi, Bumi Resources (BUMI) Gandeng Pemodal China


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *