Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan penyedia layanan data center dan teleport facility di Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama AREA31, PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) telah resmi mencatatkan sahamnya di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam Initial Public Offering (IPO) ini, Perseroan melepas maksimal 20,08% sahamnya ke publik atau sebanyak 510.000.000 saham baru dengan harga Rp 131 per lembar saham.

Direktur Utama PT Dunia Virtual Online Tbk (AREA) Michael Alifen mengatakan IPO ini menjadi momen penting bagi Perseroan, mengingat saat ini internet dan artificial intelligence menjadi kebutuhan utama masyarakat modern.

“Jika melihat pertumbuhan trend terbaru di bidang Artificial Intelligence baik Predictive atau Generative AI, maka kami melihat bahwa kuartal ketiga tahun 2023 merupakan kuartal kelima berturut-turut dengan pertumbuhan dua digit year-on-year untuk pasar data center. Salah satu perusahaan analis juga memperkirakan pasar akan terus tumbuh ke secara signifikan pada tahun 2024, didorong oleh percepatan penerapan Artificial Intelligence dengan market size AI yang diperkirakan akan mencapai lebih dari US$125 miliar pada tahun 2025. Kami AREA31 saat ini juga sudah menjalin kerjasama sebagai mitra resmi dengan KORIKA, Kolaborasi Riset dan Industri Kecerdasan Artifisial yang menjadi motor penggerak utama perkembangan AI di Indonesia. Seiring dengan perkembangan pesat di bidang AI tersebut, maka dibutuhkan peran infrastruktur penunjang seperti data center, dan hal ini menjadi peluang bagi Perseroan untuk terus bertumbuh pesat di masa depan” kata Michael dalam seremoni listing AREA di Jakarta, Senin (1/4/2024).

Michael menyebut nantinya dana hasil dari IPO ini akan digunakan pihaknya untuk pengembangan usaha dalam bentuk belanja modal. Secara rinci, sekitar 64.17% rencananya akan digunakan sebagai belanja modal untuk menambah infrastruktur penunjang, baik perangkat kelistrikan maupun pendinginan di AREA31 Cimanggis, untuk dapat menjadi AI Ready Datacenter yang mempunyai kemampuan untuk melayani pelanggan berbasis AI yang membutuhkan tenaga listrik dan pendinginan yang relative lebih besar dari pelanggan data center lain pada umumnya.

Sementara itu, sebesar 35,83% digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional perseroan secara umum, seperti perawatan peralatan kelistrikan, mekanikal dan gedung.

“Melalui IPO ini, kami ingin selalu memberi dampak positif kepada shareholder kami. Kami ingin secara konsisten memaksimalkan layanan dalam bidang data center di Indonesia yang berkembang semakin agresif. Seiring dengan hal itu, kami berharap ke depan dapat menjadi salah satu Leading Company dalam industri ini di Indonesia,” tutup Michael.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Bank Mega Syariah Berencana IPO Tahun 2026


(dpu/dpu)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *