Jakarta, CNBC Indonesia – Laba emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, PT Barito Pacific Tbk (BRPT), membukukan lompatan yang signifikan, yakni naik 1.394% menjadi US$ 26,16 juta pada 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 1,75 juta.

Sementara itu, pendapatan perseroan justru turun dari US$ 2,96 miliar menjadi US$ 2,76 miliar pada 2023. Dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024), penurunan tersebut dipengaruhi merosotnya pendapatan dari segmen bisnis petrokimia sebanyak 12,4% menjadi US$ 2,08 miliar.

“Penurunan penjualan petrokimia dipicu gangguan eksternal pada pasokan dan permintaan global, sehingga memicu harga jual produk ini turun,” terang Dirut BRPT Agus Pangestu dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/4/2024).

Sedangkan pendapatan dari segmen bisnis energi berhasil tumbuh sebanyak 16,8% menjadi US$ 666 juta. Kenaikan tersebut ditopang peningkatan produksi listrik dan uap bersamaan dengan penyesuaian tarif pembangkit listrik geothermal melalui anak usahanya PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).

Di sisi lain, faktor utama penopang lompatan laba bersih datang dari penurunan dalam beban pokok pendapatan dari US$ 2,51 miliar menjadi US$ 2,20 miliar. Penurunan tersebut ditopang pelemahan harga bahan baku naptha dari rata-rata US$ 814 per ton menjadi US$ 650 per ton. Alhasil laba kotor meningkat dari US$ 445,67 juta menjadi US$ 558,14 juta.

Peningkatan keuntungan lain-lain bersih dari US$ 30,62 juta menjadi US$ 134,28 juta. Peningkatan bagian laba entitas asosiasi dan ventura dari US$ 39,45 juta menjadi US$ 69,99 juta. Sebaliknya beban keuangan melesat dari US$ 202,98 juta menjadi US$ 322,17 juta.

Pencapaian ini membuat laba tahun berjalan perseroan melesat dari US$ 32,21 juta menjadi US$ 99,77 juta pada 2023. EBITDA perseroan juga melesat 28,8% dari US$ 475 juta menjadi US$ 612 sepanjang tahun lalu.

BRPT sendiri merupakan perusahaan energi terintegrasi dengan aset listrik dan industry. Perseroan menggarap pembangkit listrik panas bumi melalui anak usahanya Barito Renewabeles yang mengoperasikan aset panas bumi dengan kapasitas 886 mega watt.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Beda Nasib Saham Prajogo, BRPT-TPIA Terbang, CUAN-BREN Suspen


(ayh/ayh)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *