Jakarta, CNBC indonesia – Nilai tukar rupiah kembali tersungkur melawan dolar Amerika Serikat (AS) dan menembus level Rp15.800/US$. Pada hari ini, Kamis (28/3/2024) bertepatan hari terakhir pasar bulan Maret, bagaimana nasib rupiah selanjutnya?

Melansir dari Refinitiv, pada perdagangan kemarin, Rabu (27/3/2024) rupiah ditutup melemah 0,41% di Rp15.850/dolar. Posisi ini melewati posisi tertinggi yang terjadi pada Januari lalu.

Risiko dolar AS perkasa ke level Rp16.000/US$ kian melebar.

Ada sejumlah risiko yang membuat tekanan rupiah semakin melemah, mulai dari ekternal maupun internal.

Dari eksternal, pernyataan bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) yang cenderung mengarah ke dovish dinilai pasar masih belum cukup jelas. Uncertainty masih ada di tengah inflasi AS yang cukup panas dan pasar tenaga kerja yang ketat.

Pelaku pasar juga kini tengah menanti pada data klaim pengangguran AD periode 23 Maret 2024 yang akan rilis malam nanti pukul 19.00 WIB.

Melansir Trading Economics, konsensus memperkirakan tingkat klaim pengangguran akan mencapai 215 ribu, lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya yang hanya mencapai 210 ribu.

Geopolitik yang datang dari Eropa timur juga masih relatif bergejolak. Terkhusus serangan dari aksi terorisme terhadap Rusia memicu sentimen negatif bagi global.

Di lain sisi, pengaruh domestik ada dari Mahkamah Konstitusi (MK) yang menggelar sidang perdana sengketa atau perselisihan hasil pemilu (PHPU) 2024 kemarin. Sidang perdana sengketa Pilpres di MK potensi memberikan tekanan bagi pasar lantaran tensi politik dalam negeri kembali meningkat.

Selain itu, repatriasi dividen serta prioritas aset alokasi untuk persiapan lebaran akan membuat aliran dana keluar semakin deras.

Teknikal Rupiah

Secara teknikal dalam basis waktu per jam, pergerakan rupiah masih dalam tren pelemahan. Kini, rupiah sudah berada di atas level psikologis Rp15.800/US$.

Potensi pelemahan selanjutnya yang potensi diuji di posisi Rp15.950/US$, ini didapatkan dari high candle intraday pada Oktober 2023 lalu. Sementara itu, untuk support atau potensi penguatan jika ada pembalikan arah bisa perhatikan garis rata-rata selama 20 jam atau Moving Average/MA 20 di Rp15.830/US$.

Pergerakan rupiah melawan dolar AS dalam basis waktu per jamFoto: Tradingview
Pergerakan rupiah melawan dolar AS dalam basis waktu per jam

CNBC INDONESiA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


The Fed Masih Hawkish, Akankah Rupiah Tahan Banting Hari Ini?


(tsn/tsn)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *