Jakarta, CNBC Indonesia Pasar saham Jepang dan China meraih kenaikan pada Jumat ini, sementara sebagian besar pasar di wilayah Asia-Pasifik tetap tutup untuk libur umum, Jumat Agung.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 mengalami kenaikan sebesar 0,44%, setelah sebelumnya turun sekitar 1,5% pada sesi sebelumnya. Sedangkan, indeks Topix yang merupakan bagian dari indeks Jepang mengalami kenaikan sebesar 0,41%, pasca penurunan sebesar 1,7%.

Pergerakan yen Jepang akan masih menjadi pantauan seiring dengan spekulasi pasar tentang kemungkinan intervensi setelah mata uang tersebut baru-baru ini mencapai level terendah dalam 34 tahun terhadap dolar AS pada level 151,97. Yen terakhir diperdagangkan pada 151,38 terhadap dolar.

Sementara itu, indeks CSI 300 China naik sebesar 0,3% pada pembukaan pasar.

Di Korea Selatan, indeks Kospi stagnan, sementara Kosdaq yang merupakan bagian dari indeks Korea turun 0,28%.

Hong Kong, Singapura, India, Australia, dan Selandia Baru adalah beberapa pasar utama di Asia-Pasifik yang tutup karena libur Jumat Agung.

Di Wall Street, indeks acuan S&P 500 mencatat kinerja terbaik pada kuartal pertama dalam lima tahun. Indeks tersebut ditutup 0,11% lebih tinggi pada Kamis, sementara Dow Jones Industrial Average menambahkan 0,12%. Kedua indeks ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,12%.

Menteri Keuangan Jepang, Shunichi Suzuki, mengatakan pemerintah tidak akan menyingkirkan opsi apapun sebagai tanggapan terhadap volatilitas yen, menurut Reuters. Pernyataan terbaru ini bergabung dengan serangkaian pendapat pejabat Jepang yang telah menyatakan pandangan mereka tentang pelemahan yen, yang telah menimbulkan spekulasi pasar tentang intervensi mata uang potensial.

Indeks harga konsumen keseluruhan untuk Tokyo naik 2,6% pada Maret dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data resmi. Inflasi di ibu kota Jepang tetap di atas target Bank of Japan sebesar 2%. Sedangkan inti CPI Tokyo, yang tidak termasuk makanan segar tetapi mencakup produk minyak, naik 2,4% secara tahunan, sesuai dengan prediksi kenaikan sebesar 2,4% dalam jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom. Harga konsumen tanpa makanan dan energi naik 2,9% secara tahunan pada Maret, setelah naik 3,1% pada Februari.

Yen Jepang diperdagangkan pada 151,35 terhadap dolar AS. Mata uang tersebut baru-baru ini mencapai level terendah dalam 34 tahun terhadap dolar AS pada angka 151,97.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


RI, China, dan AS akan Umumkan Suku Bunga, Pasar Asia Bergerak Beragam


(mza/mza)




Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *